KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
254. Gregorius XVI (1831-1846)
Gregorius lahir pada 18 September 1756 di Belluno dengan nama Bartolomeus Capellari. Ia adalah seorang imam Pertapa Camaldolese. Ia terpilih dalam konklaf yang berlangsung selama 50 hari karena dibutuhkan paus yang bersifat absolutis dan konservatif. Revolusi Libertarian dan pemberontakan terus berkecamuk di mana-mana termasuk Negara Kepausan. Akhirnya Gregorius terpilih pada 6 Februari 1831. Gregorius yang sangat konservatif dan anti liberal segera mengeluarkan undang-undang represif untuk melawan ide-ide baru, menciptakan milisi sukarelawan untuk melawan para pemberontak dan tidak sungkan-sungkan meminta bantuan dari Austria dan Perancis. Akibatnya Negara Kepausan di bawah kependudukan militer selama 7 tahun. Situasi itu menguras kas Negara Kepausan untuk menggaji para serdadu. Ia meminta semua termasuk para imam untuk disiplin dan penuk menyerahkan, mengharuskan mereka semua mempublikasikan sebuah ensiklik tentang pemberangusan kekebasan pers. Karena semua alasan tersebut ia dikritik habis-habisan oleh para liberalis. Namun demikian ia seorang penguasa Gereja yang baik, seorang absolutis tapi bukan tiranis.
Ia mempromosikan pelaksanaan misi ke seluruh dunia, mereorganisir Hirarki Gereja dan membantu para biarawan Dominikan dan Fransiskan kembali ke Perancis. Ia berjuang untuk meningkatkan hidup para Yahudi yang diasingkan di Getto, menghapuskan daftar warga yang tidak melakukan peraturan Paska. Ia menolak perbudakan dan mengurus banyak sarana umum, memperbaiki Sungai Aniene pada beberapa titik, mengembangkan pintu Sungai Tiber dan pelabuhan Civitavecchia. Ia juga melanjutkan rekonstruksi St. Paulus, memperluas gedung-gedung Vatikan dan mendirikan museum tentang Etruscan (Negeri Kuno di Italia Barat) dan Mesir di Vatikan dan museum kekristenan di Lateran. Ia mendukung studi arkeologi dan menyokong penggalian Forum Romana dan Katakombe. Dengan bantuan pasukan Austria, ia menertibkan Negara-negara Kepausan yang penuh dengan gerakan serikat-serikat rahasia. Ia mempertahankan hak-hak Gereja di Prusia dan Polandia-Rusia. Ia menyensor Lamennais dengan ensiklik yang terkenal berjudul “Mirari Vos”. Gregorius wafat pada 1 Juni 1846.
|